Kandang Bebek Petelur

Menggembalakan ternak khususnya itik di areal persawahan atau di pinggir sungai merupakan ciri khas sebagian besar peternak itik di Indonesia. Dari kegiatan menggembalakan tersebut timbul pertanyaan, sampai kapan system tersebut akan dapat bertahan seiring dengan semakin sempitnya areal pertanian akibat kebutuhan manusia akan tempat tinggal? Di tambah lagi dengan banyaknya kasus kematian ternak itik dan ternak lainnya di areal persawahan akibat keracunan pestisida? Maka, menurut hemat kami cara beternak seperti ini kurang patut untuk dipertahankan dan mungkin sudah saatnya untuk dirubah untuk hasil yang lebih baik.

Salah satu usaha yang dipandang mampu mengatasi masalah ini adalah dengan mengalihkan sistem beternak dari sistem tradisional (menggembala) ke sistem intensif yaitu dengan cara beternak itik tanpa air atau di kandangkan. Banyak manfaat kalau kita menerapkan cara beternak itik secara intensif yang pada intinya ternak akan mampu meningkatkan produktivitasnya dan biaya pemeliharaan akan lebih efisien. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa dalam beternak itik tidak mutlak membutuhkan banyak air untuk berenang. Terbukti bahwa pemeliharaan itik secara intensif dan terkurung dapat mencapai produksi yang optimal yaitu sebanyak 203 butir/ekor/tahun, sedangkan pada itik yang digembalakan hanya mampu menghasilkan telur sebanyak 124 butir/ekor/tahun.

Berikut akan kami uraikan sedikit beberapa persyaratan kandang itik petelur :

Lokasi kandang

Masalah perkandangan adalah salah satu kunci utama dalam keberhasilan pemeliharaan itik petelur karena itik yang bisa beristirahat dengan nyaman produktivitasnya akan lebih tinggi dibandingkan dengan itik yang berada di lokasi yang bising alias tidak nyaman. Lokasi peternakan itik dapat didirikan di mana saja, akan tetapi kita juga perlu memperhatikan aspek kenyamanan baik untuk ternak sendiri dan juga manusia yang ada disekitarnya. Lokasi yang ideal untuk beternak itik adalah lokasi yang jauh dari suara bising, berdrainase baik, transportasi mudah, mudah mendapatkan air bersih, aman baik dari segi binatang pengganggu atau orang, dan dekat dengan sarana dan prasarana. Banyak peternak pemula yang kurang memperhatikan masalah lokasi kandang ini, sehingga tak heran kalau di tengah jalan mendapatkan protes dari masyarakat sekitar. Mending kalau hanya diminta untuk menghentikan atau menutup usaha, kalau sampai didemo dan bahkan dijarah ternak kita maka habislah riwayat ternak dan usaha kita. Untuk itu perlu kiranya kita memikirkan ulang lokasi usaha yang akan kita dirikan.

Bangunan kandang

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bangunan kandang antara lain :
1. Atap , diusahakan mampu menahan panas matahari dan tampisan hujan. Bahan atap yang diyakini mempunyai kemampuan terbaik dalam hal tersebut adalah bahan genting. Model atap seyogyanya didesain sedemikian rupa sehingga bisa mengurangi bau dan panas di dalam kandang.
2. Bangunan kandang membujur dari arah Timur-Barat, hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan sinar matahari pagi masuk ke dalam kandang, dengan demikian diharapkan ruangan kandang menjadi sehat, cukup terang dan litter kandang tetap kering.
3. Luas kandang, berhubungan dengan efisiensi penggunaan pakan. Akan sangat tidak efisien kalau kita menyediakan luasan kandang yang terlalu lebar karena energy yang semestinya untuk menghasilkan telur terbuang untuk berlarian ke sana-ke mari atau aktifitas lainnya.
4. Kalau dibuat tempat minum yang permanen (selokan atau lainnya) maka dibuat agak dalam agar kepala itik bisa masuk.
5. Kandang yang dibangun harus memenuhi syarat ekonomis, artinya tidak terlalu mahal tetapi memenuhi syarat perkandangan yang baik.
6. Dinding kandang sebaiknya ditutup tembok/bambu setinggi 60 cm dari lantai, sedangkan sisanya dibiarkan terbuka cukup ditutup dengan kawat atau bilah-bilah bambu
7. Sekat kandang dibuat dengan memperhatikan kepadatan kandang. Kepadatan kandang untuk itik petelur maksimal 4 ekor/m2 dan kalau bisa per kelompok hanya terdiri dari 50 ekor itik masa produksi
8. Tinggi kandang dibuat tidak kurang dari 2 meter, sehingga peternak tidak perlu merunduk ketika melakukan pekerjaan di dalam kandang.

Pengertian system pemeliharaan basah dan kering
Pada system pemeliharaan itik dikenal dengan dua cara yaitu system basah dan system kering. System basah yaitu cara beternak itik dengan menyediakan cukup air di dalam kandang untuk aktivitas itik seperti berenang, mandi, minum dan membantu proses kawin. System ini cocok untuk beternak itik petelur untuk menghasilkan telur tetas. Yang perlu diperhatikan adalah jarak antara ruang atau tempat istirahat dengan kolam harus mempunyai jarak yang cukup. Tujuannya agar lantai tidak cepat becek karena aktivitas itik yang keluar-masuk kolam bisa cepat membuat lantai menjadi basah. System kering kebalikannya yaitu cara beternak itik dengan menyediakan air yang sedikit, sekedar hanya untuk minum dan ‘cuci muka’ saja. Kelebihan system kering adalah kemampuan produksi itik lebih optimal karena energi akan terpakai secara efisien untuk menghasilkan telur dan tidak untuk aktifitas berenang, dll. System ini sangat cocok untuk beternak itik petelur untuk menghasilkan telur konsumsi.

Sarana dan prasarana di dalam kandang

1. Tempat pakan, jumlah harus diperhatikan, bahan yang bisa dipakai seperti bak/ember plastic.
2. Tempat minum, jumlahnya harus diperhatikan, bahan yang bisa dipakai seperti belahan bambo, pipa paralon, bak/ember plastic, atau tempat minum yang banyak dijual di toko pakan ternak.
3. Sarang bertelur, untuk memberikan kenyamanan lebih pada itik yang akan atau sedang bertelur.
4. Alas atau litter, untuk membantu memberikan kehangatan terutama di malam hari. Bahan litter yang sering digunakan adalah sekam padi, serutan gergajian kayu (grajen=jawa), atau jerami padi. Sebelum ditutupi bahan litter tersebut lantai sebaiknya ditaburi pasir yang dicampur dengan kapur. Pemberian kapur dimaksudkan untuk menyerap zat amoniak yang dihasilkan dari kotoran itik, sehingga bau amoniak akan berkurang dan udara akan menjadi lebih sehat.
5. Kolam, ukuran panjang dan lebarnya bisa disesuaikan dengan luasan kandang, dan sekali lagi kolam hanya cocok untuk pemeliharaan itik petelur untuk menghasilkan telur tetas.

Perawatan kandang
1. Menjaga kebersihan kandang tiap hari. Kegiatan membersihkan kandang biasanya dilakukan di pagi hari bersamaan dengan waktu pemberian pakan.
2. Litter kandang perlu diganti ketika bau amoniak sudah mulai terasa dan litter sudah basah dan menggumpal.
3. Apabila menerapkan system basah maka kolam senantiasa di jaga kebersihannya termasuk airnya juga.
4. Pohon disekitar kandang perlu untuk diperhatikan ketinggiannya tujuannya agar sinar matahari tetap bisa masuk dan tetap bisa mengendalikan hembusan angin
5. Menjaga kandang dari binatang pengganggu
6. Segera membuang bangkai binatang atau itik yang mati

Kiat-kiat menghindari stress pada itik karena faktor kandang dan lingkungan1. Menghindari kepadatan kandang yang terlalu padat karena biasa memperbesar kemungkinan itik-itik yang agresif untuk mengganggu itik yang lain.
2. Air harus tersedia secara terus menerus. Kekurangan air menjadi salah satu sebab proses rontok bulu (moulting) datang lebih cepat.
3. Itik sangat peka dengan suara bising sehingga lokasi kandang jangan terlalu dekat dengan permukiman penduduk serta jalan raya.
4. Pada malam hari berikan cahaya lampu kecil (jangan terlalu terang). Hal ini untuk mengurangi keterkejutan itik bila ada suara bising atau berisik yang lewat.
5. Beberapa peternak itik memelihara 1-2 ekor merpati disekitar kandang itik. Hal ini bertujuan untuk membiasakan itik dengan suara-suara lain.
6. Kandang cukup mendapat sinar matahari. Itik perlu mendapatkan sinar matahari untuk merangsang pembentukan telur.
7. Jangan memilih bahan atap yang gampang menimbulkan suara gaduh seperti seng dan yang lainnya

Kandang yang Ideal

Dengan memperhatikan sebagian besar aspek yang telah kami uraikan diatas, insyaallah kita telah menyediakan kandang yang ideal untuk ternak kita. Sekarang kita tinggal menunggu reward dari ternak kita. Penyediaan kandang yang ideal saja tidak cukup, orang yang mengelola kandang pun semestinya orang yang ideal. Jangan memilih pekerja yang pemalas atau bergelar ABS (Asal Bapak senang) karena fungsi kandang tidak akan berjalan di tangan orang-orang seperti itu. Saatnya berubah kepada hal yang lebih baik!!! *(SPt) 


Sumber: www.sentralternak.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar